Selasa, 01 Februari 2011

PENGUATAN VISI, MISI, DAN TUJUAN DALAM MANAJEMEN SEKOLAH YANG UNGGULPENGUATAN VISI, MISI, DAN TUJUAN DALAM MANAJEMEN SEKOLAH YANG UNGGUL


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
Dalam membentuk sekolah yang unggul, diperlukan manajemen strategik yang unggul pula. Manajemen strategik adalah suatu cara untuk mengendalikan organisasi, dalam hal ini sekolah secara efektif dan efesien, sampai kepada implikasi garis terdepan, sedemikian rupa sehingga tujuan dan sasarannya tercapai. Sasaran manajemen strategik adalah meningkatkan: (1) Kualitas sekolah; (2) Efisiensi penganggaran; (3) Penggunaan sumberdaya; (4) Kualitas evaluasi program dan pementauan kinerja; serta (5) Kualitas pelaporan. Menurut David dalam Akdon ( 2007 : 79 ), aspek penting dalam manajemen strategik adalah perumusan strategi (Strategy Formulation), implementasi strategi (Strategy Implementation), dan evaluasi strategi (Strategy Evaluation).
Prinsip dalam manajemen strategik adalah adanya perumusan strategi yang mencerminkan keinginan dan tujuan sekolah yang sesungguhnya, adanya implikasi strategi yang menggambarkan cara mencapai tujuan (secara teknis strategi implementasi mencerminkan kemampuan sekolah dan alokasinya termasuk dalam hal ini adalah alokasi keuangan), serta strategi evaluasi yang mampu mengukur, mengevaluasi, dan memberikan umpan balik kinerja sekolah.
Perumusan strategi sangat penting untuk dilaksanakan karena adanya keterbatasan yang dihadapi oleh suatu sekolah, misalnya keterbatasan dana dan kemampuan jika dibandingkan dengan tujuan-tujuan yang diinginkan sehingga perlu disusun strategi yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan sekolah sesuai dengan kemampuan sekolah. Kegiatan utama dalam perumusan strategi adalah pembuatan tujuan yang rasional. Rasionalitas ini dalam perkembangannya semakin komplek karena pesatnya perkembangan lingkungan dimana sekolah itu berada. Perkembangan lingkungan ini menuntut organisasi untuk selalu melakukan perubahan kearah perbaikan untuk mempertahankan eksistensinya. Kemampuan internal sekolah dan tuntutan perubahan eksternal merupakan dua komponen utama yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan strategik. Perumusan strategis yang realitas dan up-to-date adalah dua tuntutan yang harus dijawab dalam pembuatannya.
Realitas dalam arti  bahwa perencanaan tersebut menunjukkan dengan jelas kemampuan dan tujuan yang akan dicapai  dan bagaimana sekolah ingin mencapai tujuan tersebut. Up-to-date dalam arti meskipun strategi ini dibuat dalam jangka waktu tertentu (panjang, menengah, dan pendek), namun selalu efektif dan tepat dengan perkembangan lingkungan (antisipasi terhadap perubahan lingkungan) sehingga mampu memaksimalkan keunggulan kompetetif dan meminimalkan keterbatasan. Dan salah satu cara untuk mewujudkan keberhasilan tersebut adalah dengan adanya penguatan visi, misi, dan tujuan dalam manajemen sekolah tersebut.

  1. Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa permasalahan akan akan dibahas pada makalah ini, yaitu:
1.      Apa yang dimaksud dengan visi dan bagaimana perumusannya!
2.      Apa yang dimaksud dengan misi dan bagaimana perumusanya!
3.      Apa yang dimaksud dengan  tujuan!
4.      Bagaimanakah manajemen strategik dalam sekolah yang unggul?

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Visi
Langkah awal dalam perumusan strategi adalah penetapan visi. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistik dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu . Visi harus dapat memberi kepekaan yang kuat tentang area fokus bisnis. Hal ini lebih lanjut diungkapkan oleh Hax dan Majluf dalam Akdon (2007 : 95), bahwa visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk:
1.      Mengkomunikasikan alasan keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok.
2.      Memperlihatkan framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders (sumber daya manusia organisasi, konsumen/citizen, pihak lain yang terkait).
3.      Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan.
Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua unit dalam sekolah, menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak, serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi sekolah.
Kriteria-kriteria pembuatan visi meliputi:
1.      Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan.
2.      Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik.
3.      Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan.
4.      Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik.
5.      Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.
Suatu visi akan menjadi realistik, dapat dipercaya, menyakinkan, serta mengandung daya tarik, maka dalam proses pembuatannya perlu melibatkan semua stakeholders. Selain keterlibatan semua pihak, visi perlu secara intensif dikomunikasikan kesemua anggota sekolah sehingga mereka merasa sebagai pemilik visi tersebut. Selain itu visi dibuat dalam kalimat yang singkat agar mudah diingat dan dijadikan komitmen.

Contoh Visi: 
MENJADIKAN SMA DARUNNAJAH WONOSOBO SEBAGAI SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN TAHUN 2011

Indikator:
1.      Unggul dalam disiplin      
2.      Unggul dalam keagamaan/berakhlak mulia
3.      Unggul dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)
4.      Unggul dalam perolehan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) (output)
5.      Unggul dalam memenangkan persaingan UMPT (Outcome)
6.      Unggul dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja
7.      Unggul dalam lomba Olimpiade Sains
8.      Unggul dalam Lomba Kreatifitas Siswa
9.      Unggul dalam Penguasaan Bahasa Inggris
10.  Unggul dalam Penguasaan Teknologi Informasi

2.      Misi
Visi yang telah kita peroleh harus kita terjemahkan kedalam guidelines yang lebih pragmatis dan kongkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan strategi dan aktivitas dalam sekolah. Untuk hal itu dibutuhkan misi. Pernyataan dalam misi lebih tajam dan lebih detail jika dibandingkan dengan visi. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang. Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu penjelasan yang akan ditawarkan yang sangat diperlukan oleh masyarakat untuk pencapaian misi.
Pernyataan misi memperlihatkan tugas utama yang harus dilakukan sekolah dalam mencapai tujuan sekolah. Dalam pernyataan misi terkandung definisi yang jelas tentang pekerjaan atau tugas pokok yang diemban suatu sekolah dan yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi sekolah, karena misi mewakili alasan dasar untuk berdirinya sekolah. Banyak sekolah gagal karena pernyataan misi yang dirumuskan hanya memperhatikan kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan masyarakat pelanggan maupun stakeholder. Oleh karena itu, misi harus jelas menyatakan kepedulian organisasi terhadap kepentingan pelanggan.
Pernyataan misi harus:
1.      Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan.
2.      Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.
3.      Mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti organisasi tersebut.
Pernyataan misi yang jelas akan memberi arahan jangka panjang sehingga memberikan stabilitas manajemen sekolah. Misi berubah apabila kehendak sekolah berubah atau karena adanya validasi langkah/komponen manajemen strategik yang lain. Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu untuk mencapai visi.
Kriteria pembuatan misi meliputi:
1.      Penjelasan tentang layanan yang ditawarkan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
2.      Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani.
3.      Kualitas pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang meyakinkan masyarakat.
4.      Penjelasan aspirasi layanan yang diinginkan pada masa datang juga manfaat dan keuntungan bagi masyarakat dengan pelayanan yang tersedia.

Contoh Misi:
1.       Menerapkan disiplin tinggi dalam segala kegiatan
2.       Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa
3.       Menerapkan pelaksanaan evaluasi atau penilaian hasil belajar secara konsisten dan berkesinambungan
4.       Mengoptimalkan pembinaan dalam pembuatan karya tulis ilmiah
5.       Mengoptimalkan pembinaan secara insentif guna menghadapi persaingan dalam era globalisasi
6.       Menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi antar warga sekolah
7.       Mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi
8.       Memanfaatkan lingkungan hidup sebagai media pembelajaran

3.      Tujuan
Dalam kerangka pikir manajemen strategik, tujuan harus merupakan target-target yang bersifat kuantitatif dari suatu sekolah. Pencapaian tujuan merupakan ukuran dari keberhasilan kinerja faktor-faktor kunci keberhasilan suatu sekolah. Oleh karena itu tujuan merupakan bagian integral dalam sistem strategi managemen yang didalamnya mengandung usaha untuk melaksanakan suatu tindakan. Untuk itu tujuan harus menegaskan tentang apa (what) yang secara khusus harus dicapai dan kapan (when). Pencapain tujuan dapat menjadi tolak ukur untuk menilai kinerja sekolah. Tujuan organisasi (sekolah) pada dasarnya untuk jangka panjang yang harus diselesaikan selama waktu itu dan akan mengarahkan kinerja harian sekolah.
Kriteria Tujuan:
1.       Tujuan harus serasi dan mengklarifikasikan visi dan misi.
2.       Pencapaian tujuan akan dapat memenuhi atau berkontribusi memenuhi misi, program dan sub program sekolah.
3.       Tujuan akan menjangkau hasil-hasil penilaian lingkungan internal/eksternal dan yang diprioritaskan serta mungkin dikembangkan dalam merespon isu-isu strategik.
4.       Tujuan cenderung tidak berubah kecuali terjadi penggeseran lingkungan atau dalam hal isu strategik hasil yang diinginkan telah tercapai.
5.       Tujuan biasanya secara relatif berjangka panjang, yaitu sekurang-kurangnya tiga tahun atau lebih.
6.       Tujuan harus mengatasi kesenjangan antara tingkat pelayanan saat ini dengan yang diinginkan.
7.       Tujuan mengambarkan hasil program.
8.       Tujuan menggambarkan arah yang jelas dari organisasi, program dan sub program, tetapi belum menetapkan ukuran-ukuran spesifik atau strategi.
9.       Tujuan harus menantang.

4.      Penguatan Visi, Misi, dan Tujuan dalam Manajemen Sekolah yang Unggul
Sekolah unggul yaitu sekolah yang didasarkan atas keyakinan bahwa
siswa, apa pun etnis, status ekonomi, dan jenis kelaminnya, akan mampu
belajar sesuai dengan tuntutan kurikulum. Pendekatan yang ditempuh adalah perencanaan secara kolaboratif antara guru, administrator, orang tua, dan masyarakat. Data prestasi siswa dijadikan basis untuk perbaikan sistem secara berkelanjutan. Jadi dengan kata lain sekolah unggulan
adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut. Sekolah yang unggul memiliki sejumlah korelat atau ciri sebagai berikut.
Pertama, visi dan misi sekolah yang jelas. Mayoritas sekolah kita belum
mampu dan memang tidak diberdayakan untuk mampu mengartikulasikan visi
dan misinya. Untuk mengimplementasikan visi dan misi sekolah ada sejumlah langkah yang harus ditempuh, yaitu: (1) pahami kultur sekolah, (2) hargai profesi guru, (3) nyatakan apa yang kita hargai, (4) perbanyak unsur yang kita hargai, (5) lakukan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, (6) buat menu kegiatan bukan mandat, (7) gunakan birokrasi untuk memudahkan bukan untuk mempersulit, dan (8) buatlah jejaring (networking) seluas mungkin.
Kedua, komitmen tinggi untuk unggul. Staf administrasi, guru, dan kepala
sekolah memiliki tekad yang mendidih untuk menjadikan sekolahnya sebagai
sekolah unggul dalam segala aspek, sehingga semua siswa dapat menguasai
materi pokok dalam kurikulum. Semuanya memiliki potensi untuk
berkontribusi dalam proses pendidikan. Komitmen ini adalah energi untuk
mengubah budaya konvensional (biasa-biasa saja) menjadi budaya unggul.
Ketiga, kepemimpinan yang mumpuni. Kepala sekolah adalah “pemimpin dari pemimpin” bukan “pemimpin dari pengikut.” Artinya selain kepala sekolah adalah pemimpin dalam lingkup kewenangannya sehingga tercipta proses pengambilan keputusan bersama (shared decision making). Komunikasi terus-menerus dilkukan antara kepala sekolah dan para guru untuk memahami budaya dan etos sekolah yang yang diimpikan lewat visi sekolah itu. Bila tidak dikomunikasikan terus-menerus, visi itu akan mati sendiri.
Keempat, kesempatan untuk belajar dan pengaturan waktu yang jelas. Semua guru mengetahui apa yang mesti diajarkan. Alokasi waktu yang memadai dan penjadwalan yang tepat sangat berpengaruh bagi kualitas pengajaran. Dalam hal ini perlu dijaga keseimbangan antara tuntutan kurikulum dengan ketersediaan waktu. Mengajar yang berkualitas memiliki ciri sebagai berikut: (1) organisasi pembelajaran yang efisien, (2) tujuan yang jelas, (3) pelajaran yang terstruktur, dan (4) praktik mengajar yang adaptif dan fleksibel.
Kelima, lingkungan yang aman dan teratur. Sekolah unggul bersuasana
tertib, bertujuan, serius, dan terbebas dari ancaman fisik atau psikis,
tidak opresif tetapi kondusif untuk belajar dan mengajar. Siswa diajari
agar berperilaku aman dan tertib melalui belajar bersama (cooperative
learning), menghargai kebinekaan manusiawi, serta apresiasi terhadap
nilai-nilai demokratis. Banyak penelitian menunjukkan bahwa suasana
sekolah yang sehat berpengaruh positif terhadap produktivitas, semangat
kerja, dan kepuasan guru dan siswa.
Keenam, hubungan yang baik antara rumah dan sekolah. Para orang tua
memahami misi dan visi sekolah. Mereka diberi kesempatan untuk berperan
dalam program demi tercapainya visi dan misi tersebut. Dengan demikian,
sekolah tidak hanya mendidik siswa, tetapi juga orang tua sebagai anggota
keluarga sekolah yang dihargai dan dilibatkan.
Ketujuh, monitoring kemajuan siswa secara berkala. Kemajuan siswa
dimonitor terus- menerus dan hasil monitoring itu dipergunakan untuk
memperbaiki perilaku dan performansi siswa dan untuk memperbaiki kurikulum
secara keseluruhan. Penggunaan teknologi, khususnya komputer memudahkan
dokumentasi hasil monitoring secara terus- menerus.
Model sekolah unggul seperti digambarkan di atas akan berwujud bila
sekolah tidak eksklusif bak menara gading, tetapi tumbuh sebagai bagian
dari masyarakat sehingga memiliki kepekaan terhadap nurani masyarakat (sense of community). Dalam masyarakat setiap individu berhubungan dengan individu lain, dan masing-masing memiliki potensi dan kualitas yang dapat disumbangkan pada sekolah. Dan juga dengan adanya penguatan visi, misi, dan tujuan dalam manajemen sekolah tersebut agar terwujud sekolah yang unggul.

BAB III
KESIMPULAN

Langkah awal dalam perumusan strategi (Strategy Formulation) adalah penetapan visi. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistik dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu. Kriteria-kriteria pembuatan visi meliputi:
1.       Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan.
2.       Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik.
3.       Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan.
4.       Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik.
5.       Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.
Visi yang telah kita peroleh harus kita terjemahkan kedalam guidelines yang lebih pragmatis dan kongkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan strategi dan aktivitas dalam organisasi (sekolah). Untuk hal itu dibutuhkan misi. Pernyataan dalam misi lebih tajam dan lebih detail jika dibandingkan dengan visi. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh organisasi sekolah bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang. Kriteria pembuatan misi meliputi:
1.       Penjelasan tentang layanan yang ditawarkan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
2.       Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani.
3.       Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang meyakinkan masyarakat.
4.       Penjelasan aspirasi layanan yang diinginkan pada masa datang juga manfaat dan keuntungan bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan yang tersedia.
Tujuan merupakan bagian integral dalam sistem strategi manajemen yang didalamnya mengandung usaha untuk melaksanakan suatu tindakan. Untuk itu tujuan harus menegaskan tentang apa (what) yang secara khusus harus dicapai dan kapan (when). Pencapaian tujuan dapat menjadi tolak ukur untuk menilai kinerja organisasi sekolah.
Dalam membentuk sekolah yang unggul, diperlukan manajemen strategik yang unggul pula. Ada beberapa faktor yang harus dicapai bila suatu sekolah dapat dikategorikan sebagai sekolah yang unggul, yaitu:
Pertama, visi dan misi sekolah yang jelas.
 Kedua, komitmen tinggi untuk unggul.
Ketiga, kepemimpinan yang mumpuni.
Keempat, kesempatan untuk belajar dan pengaturan waktu yang jelas.
Kelima, lingkungan yang aman dan teratur.
Keenam, hubungan yang baik antara rumah dan sekolah.
Ketujuh, monitoring kemajuan siswa secara berkala.
Model sekolah unggul seperti digambarkan di atas akan berwujud bila
sekolah tidak eksklusif bak menara gading, tetapi tumbuh sebagai bagian
dari masyarakat sehingga memiliki kepekaan terhadap nurani masyarakat (sense of community). Dan juga dengan adanya penguatan visi, misi, dan tujuan dalam manajemen sekolah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa.2009. "Manajemen Berbasis Sekolah". Remaja Rosda Karya:Bandung
Characteristics of Effective Schools; CT Council of P&C Associations (http://www.schoolparents.canberra.net.au/effective_schools).
http://Manajemen Sekolah _ sekolah unggulan.htm
http://Pengertian Visi dan Misi « MAHASISWA PASCASARJANA SUMBAWA DI YOGYAKARTA.htm
http://PERUMUSAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN PROGRAM SEKOLAH _ hennyhariany _ Komunitas Blogger Unsri.htm
http://nurkolis3.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar